Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Sepucuk surat Cinta untuk...

Sepucuk surat cinta dari anak gadismu untuk ayah bundaku yang memilih jalan terbaiknya dengan berpisah rumah, saling menempuh jalan panjang yang berbeda setelah 23tahun merajut jalan bersama. Dari gadis kecilmu yang mulai mendewasa. Ayahku, anakmu adalah anakmu. maafkan aku tak mampu menjadi pengganti ibu mengantikan perannya menjad murid bagi adaik-adikku yang sholeh, sholehah. tak mampu aku mengantikan ibu menjadi nyanyian merdu bagi adik-adikku. maafkan aku Ayahku, yang aku cintai. aku tak mampu membahagiakanmu seperti engkau membahagiakan aku dengan segala yang telah kau beri padaku. duhai ayahku, maafkan aku yang sering memberimu saran agar kami tak menjadi liar. seperti pagar makan tanaman. Dengarlah duhai ayah. kau mendidikku. tak sedikitpun aku ingin menyakitimu dengan perkataan sederhanaku. ayah aku hanya ingin semua berjalan tanpa ada sedih yang berjepanjangan seperti yang terjadi sekarang. aku ingin setiap manusia yang hidup dalam naungan rumahmu mendapat kebijakan yang bija...

kurcaci

Kata joko pinurbo dalam bukunya kitab puisi : Kata-kata adalah kurcaci yang muncul tengah malam dan ia bukan pertapa suci yang tebal terhadap godaan. Kurcaci merubung tubuhnya yang berlumuran darah, sementara pena yang dihunusnya belum mau patah. (1998)
      Dibeberapa kehidupan diantara sebagian; selalu ada yang tidak utuh. meski demikian kehidupan tetap berjalan. waktu terus mengukuti alurnya untuk terus maju, meski terkadang manusia yang menjalaninya dengan peluh. darah yang mengalir didalam tubuhnya seolah keluar membuncah ruah meski masih tertutup rapat didalam. ada yang patah payah bangun pagi dengan sendu memapah dirinya agar mampu berdiri menghadapi hidup meski sebagian. sebagian dari dirinya yang direnggut keadaan, harapan-harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, kekasih yang hilang direnggut orang atau yang telah bosan dengan berbagai alasan, pekerjaan yang tak sesuai keinginan, bos yang rewel, teman-teman yang julid dan sirik tiada habisnya, tetangga yang doyan sekali menggibah, atau orang tua yang saling berpisah. kesemua benar-benar bisa membuat seorang manusia hilang sebagian. didirinya seolah terjadi kehampaan yang mendalam.     Diantara keterpurukan yang dalam itu. Apa harus ia terus diam da...

SURAT 7 KAHLIL

    Engkau marah dan gusar terhadapku, dan engkau memang mempunyai hak yang demikian itu. sedang bagiku, tak dapat berbuat apa-apa kecuali menyisih sesuai dengan kemauanmu.Apakah engkau tidak dapat melupakan segala sesuatu yang salah padaku--aku yang telah begitu jauh pindah dari dunia yang mengenal bobot dan ukuran? Tak inginkah engkau menyimpan dalam "kopor dunia rohaniah"?     Seseorang yang tak hadir tidak akan dapat memiliki secara langsung pengetahuan tentang seseorang yang hadir; dan sungguh tidaklah jujur jika memandangnya sebagai kejahatan. Tidak ada kejahatan tanpa pengetahuan atau kesadaran. Aku tidak ingin secara tidak sengaja menuangkan leburan timah hitam atau air mendidih pada tangan mereka yang memiliki pengetahuan sempurna, karena aku tahu bahwa kejahatan itu sendiri merupakan hukuman bagi penjahat, dan bahwa penderitaan yang banyak disandang manusia sebenarnya terbawa oleh tugas yang dibebankan padanya.      Aku telah menemukan hibura...

Surat 6 Khahlil Giran untuk Mayziadah

     Engkau selalu ada dalam pikiranku sejak aku menulis surat yang terakhir kepadamu. Berjam-jam lamanya aku memikirkanmu, berbicara denganmu, berusaha menemui rahasiamu, mencoba menguraikan rahasiamu. Namun demikian, kiranya masih mengherankan bahwa aku masihmerasakan kehadiran Diri Pribadimu (rohaniah) di sanggarku. mengamati segala gerak-gerikku, berbicara, dan bertukar pendapat dengan kau, dan memberikan pandangan terhadap apa yang kulakukan.     Sudah barang tentu engkau heram mendengarkan kata-kataku seperti ini; aku sendiri merasa aneh karena merasakan dorangan dan perlunya menulis surat ini. aku ingin hal itu dapat memungkinkan diriku memahami rahasia yang tersembunyi dibalik keperluan ini.     Pernah engkau berkata bahwa "Selalu ada dialetika antara akal dan keadaan yang saling mempengaruhi dalam pikiran, yang (keduanya) berada diluar jangkauwan kewaspadaan; dan masing-masing tidak dapat menghilangkan keadaan yang saling mempengaruhi dan dial...