Dibeberapa kehidupan diantara sebagian; selalu ada yang tidak utuh. meski demikian kehidupan tetap berjalan. waktu terus mengukuti alurnya untuk terus maju, meski terkadang manusia yang menjalaninya dengan peluh. darah yang mengalir didalam tubuhnya seolah keluar membuncah ruah meski masih tertutup rapat didalam. ada yang patah payah bangun pagi dengan sendu memapah dirinya agar mampu berdiri menghadapi hidup meski sebagian. sebagian dari dirinya yang direnggut keadaan, harapan-harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, kekasih yang hilang direnggut orang atau yang telah bosan dengan berbagai alasan, pekerjaan yang tak sesuai keinginan, bos yang rewel, teman-teman yang julid dan sirik tiada habisnya, tetangga yang doyan sekali menggibah, atau orang tua yang saling berpisah. kesemua benar-benar bisa membuat seorang manusia hilang sebagian. didirinya seolah terjadi kehampaan yang mendalam.
Diantara keterpurukan yang dalam itu. Apa harus ia terus diam dalam lingkung sedih yang seolah tak bertepi? Tentu tidak. Kita perlu dipeluk dan pelukan yang paling kita butuhkan adalah pelukkan dari diri sendiri. dikuatkan oleh diri sendiri. dengan pandangan menghebatkan diri sendiri bahwa apa yang terjadi pasti dapat kita lewati. ketegaran itu ada pada diri sendiri. Percayalah. karna akupun begitu. aku telah patah, jiwaku hilang tiga perempat, aku patah karena nenek kesayanganku berpulan pada Tuhan disaat aku meraasa belu siap ditiggal pulang, aku juga patah karna ayah dan ibu tidak dirumah yang satu lalu yang kukagumi ternyata telah meminang pilihannya sebelum sempat aku dekati. KEpatahan yang membuat aku patah, jiwaku mengaga melihat keadaan seolah aku manusia paling nestapa diatas muka bumi yang seperti durjana padahal ya tidak demikian adanya.
Dan dari yang tersisa itu aku berusaha mengobatinya dengan doa2 yang aku panjatkan pada Tuhan. Aku menyambut trombosit yang hadir walau hanya sedikit agar aku terus pulih dan trombosit itu perlahan mengobati seluruh luka meski belum sepenuhnya dengan kesadaran yang sedikit aku yakin harus terus bangkit. sampai aku benar-benar pulih dan menerima luka baru. karena dikehidupan ini tidak akan pernah ada yang tanpa luka. jika sembuh akan tercipta yang baru. maka Selamat dan Semangat untuk aku dan kita Semua.
Semoga kita terus disehatkan dan dikuatkan.
Cirebon, 14 jun 2022. Rabbani Cipto
Komentar
Posting Komentar