Yang tak terprediksi
Usia 20-30-an memang bukan lagi usia remaja. kita yang sudah menginjak usia 20 tahunan akan sangat wajar dianggap sebagai orang-orang dewasa dan mulai menginjak sisi kematangan dalam dirinya, pasalnya pada usia ini kita semakin bisa mengontrol emosi dan perasaan kita, bagaimana kita berikap dan mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi. kita sudah bisa mengambil kepuusan yang terbaik menurut kita dengan pridiksi-prediksi dimasa depan bukan hanya sekadar mengambil langkah hanya karna berani tanpa mempertimbangkan apa yang akan terjadi dimasa depan.
Namun masalah yang paling menyita pikiran bagi sebagian kita diusia 20-30 tahun selain karir dan kuliah adalah pernikahan. dimana terjadi banyak dilematiknya terutama bagi perempuan. Para teman sebaya sudah menikah bahkan punya 2 anak usia SD sedangkan dia masih saja sendiri. ini menjadi polemik yang berat bagi dia dan kehidupan keluarganya, ditambah ayah ibu yang ingin segera punya cucu, menikah adalah hal yang paling didambakan oleh orang tuanya terutaman dirinya sendiri.
Perkara menikah memang bukanlah yang mudah karna menikah artinya kita akan hidup dengan orang yang baru saja kita kenal, dia yang baru saja singgah, kita belum benar-benar memahami dan mengetahui sifat dan sikap pasangan kita. karna hakikatnya saling mengenal perlu waktu yang panjang. Masa-masa pacaran adalah masa kita memperlihatkan yang terbaik dan menutupi segala kekurangan diri kita sendiri. sedangkan paa perjalanan pernikahan adalah masa dimana perlahan-lahan kita tahu bahwa pasangan kita memiliki banyak kekurangan dan kita menerima serta bersama-sama memperbaikinya.
So, menikah bukanlah perkara mudah. pilihlah yang terbaik menurut sisi agama karna dengan begitu kau tidak akan merasa kecewa. Karna dia yang mengerti agama akan faham bagaimana cara bersikap :)
Komentar
Posting Komentar